Orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti menanam sebutir benih padi yang menumbuhkan tujuh batang. Pada tiap-tiap batang terdapat seratus bulir. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) dan Maha Mengetahui." QS Al-Baqarah: 261.

Minggu, 12 Oktober 2014

Rekreasi Berenang di Zam-Zam Tirta

Setelah beberapa kali tertunda akhirnya keinginan anak-anak untuk rekreasi berenang terwujud juga. Hari ini sebanyak 26 orang anak-anak berkumpul untuk rekreasi bersama. Beberapa orang anak berhalangan untuk hadir pada kesempatan kali ini. Grup dibagi menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok memilih ketuanya dan didampingi oleh 1 orang pengurus yayasan. Anak-anak belajar menjadi leader dan memastikan anggotanya tidak terpisah dari kelompoknya.

Horee...bingkisan snack dan alat mandi
Meskipun ada sedikit masalah dengan tujuan rekreasi yang semula The Jungle menjadi Zam-Zam Tirta tetapi tidak mengurangi kegembiraan dan keceriaan anak-anak.  Sejak pukul 07.00wib anak-anak sudah datang dan berkumpul. Setelah menunggu beberapa saat, pengurus mulai melakukan registrasi dan membagikan bingkisan sumbangan dari Ibu Yullie Anugerah dan Ibu Wendy dan donator lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu disini.

Terimakasih kepada Bp. Wawan yang sudah memberikan fasilitas potongan harga tiket masuk. Syukron Jazakumullah Khairan Katsiran, semoga apa yang telah diberikan mendapatkan ganti yang berlipat ganda dan menjadi lading amal bagi Bapak dan membawa keberkahan bagi Zam-Zam Tirta.
Setelah mendapatkan pengarahan dari pengasuh, anak-anak berganti pakaian dan menceburkan diri kedalam kolam yang airnya terasa sejuk. Pas sekali dengan udara siang itu terasa panas. Anak-anak bergantian mencoba aneka permainan yang ada disana. Papan luncur, spiral, ember tumpah dan lainnya. Pengasuh setiap kelompok terus memantau kegiatan anak-anak untuk memastikan semuanya dalam keadaan aman.

Tepat pukul 11.30wib anak-anak menghentikan kegiatan berenang dan berkumpul untuk makan siang bersama. Menu siang itu terasa pass sekali, setiap anak makan dengan lahap. Energi yang sudah dikeluarkan saat berenang segera  tergantikan  dengan menu makan siang dan jeli segar sebagai menu penutup.

foto bersama dulu sebelum berenang
Alhamdulillah acara selesai pukul 13.00wib, semua berkemas-kemas untuk pulang. Senang rasanya melihat kegembiraan diwajah anak-anak. Meskipun rekreasi kali ini hanya beberapa jam saja tapi sudah memberikan keceriaan bagi anak-anak. Foto-foto keceriaan anak-anak saat berenang yang terekam oleh kamera dapat dilihat dalam fanpage Yayasan Panglayungan Bogor ya.

Terimakasih kami ucapkan kepada para donator yang budiman. Bapak Rachmat Setiabudy, Ibu Dewi Risnawati, Ibu Yuli Anugerah, Ibu Wendy, Bapak Gene dan donatur lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu disini. Semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan dari apa yang telah diberikan. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan dipertemukan kembali di kesempatan berikutnya. Amin ya rabbal alamiin….

Bogor, 12 Oktober 2014

Selasa, 09 Juli 2013

Tour de Museum

Alhamdulillahirabbilalamin...acara Tour de Museum yang dipersiapkan hanya dalam 2 bulan bisa terlaksana dengan sangat lancar sekali. Sungguh Allah SWT benar-benar memegang janji-Nya bahwa rezeki anak-anak Yatim Piatu dan kaum Dhuafa selalu ada untuk mereka. Meskipun diawal perencanaan acara panitia sempat pesimis karena minimnya dana, tetapi Alhamdulillah menjelang pelaksanaan acara donasi masuk dengan derasnya. Terimakasih yang tidak terhingga kepada para donatur yang dimuliakan Allah SWT atas donasinya baik berupa materi, barang, tenaga maupun waktunya. Insya Allah telah menanti pahala yang sangat besar dari Allah SWT.

di St. Bogor
Dalam kesempatan ini, ijinkan kami mengucapkan terimakasih kepada Indosat yang telah memberikan bantuan berupa tas backpack beserta alat tulisnya, Komunitas Seksi Kerohanian Indosat, Ibu Roymi Apriani, Ibu Nurlela, Ibu Julianty Chaeriah, Ibu Triana Pratiwi, Ibu Dean Zohoria, Ibu Anggraeni Dhiana Retno, Bp. Abu Bakar Darusalam, Bp. Jarvik Fuad, Ibu Heni Husien beserta komunitas Pejalan Kaskus, Ibu Esmiralda, Ibu Medy Lukito, Ibu Ralinda F. Harahap, Ibu Etty Suhaety, Bp. Aditia Purnomo, Bp. Heru Haryana, Bp. Artha H. Nimpuno, Bp. Thomas, teman-teman dari komunitas Historia Indonesia (Ka Suci, Ka Like, Ka Pras, Ka Aryo, Ka Sofiyan, Ka Dhanu dan Ka Rere) tenaga  pengajar sukarelawan Bank Mandiri (Ka James dan Ka Kartika) dan donatur-donatur yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Dari lubuk hati kami dan anak-anak mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kasih sayang yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmat, nikmat dan keberkahan berupa kesehatan, kelancaran rezeki, ketaqwaan dan banyak kebaikan lainnya, amin ya rabbal alamin.

Sekilas, inilah cerita kunjungan kami ke beberapa museum di Jakarta dan didampingi oleh kaka-kaka yang baik hati selama kunjungan pada tanggal 29 Juni 2013 lalu.

Museum Bank Indonesia
di museum Bank Indonesia
Siapa pernah ke museum Bank Indonesia? museum ini sungguh luar biasa. Menyimpan sejarah mata uang Indonesia dari awal hingga terkini. Museum ini juga menyimpan aneka koleksi uang dari berbagai negara. Kami belajar banyak disini mengenai mata uang dan sejarahnya. Diawali dengan menonton pemutaran film tentang sejarah mata uang, berkeliling seputar museum, kemudian menuju ruang penyimpanan emas batangan. Disini beberapa diantara anak-anak mencoba mengangkat emas batangan yang beratnya 13,5kg perbatang. Waahh anak-anak sangat antusias untuk mencoba mengangkatnya. Setelah itu kami menuju ruang Khasanah dimana tersimpan riwayat mata uang Indonesia dari dulu hingga sekarang dan aneka mata uang asing dari berbagai negara. Ka Siska pemandu dari museum Bank Indonesia memberikan penjelasan mengenai asal usul uang dan sejarahnya. Benar-benar pengetahuan yang luar biasa bagus untuk anak-anak kami. Terimakasih ka Siska dan museum Bank Indonesia atas keramahannya menerima tamu-tamu kecil yang antusias memberikan pertanyaan selama berkeliling museum.

Museum Fatahillah

berfoto dengan meriam si Jagur
Saat berkunjung kesana, ternyata museum Fatahillah sedang mengadakan ekshibisi sejarah kerajaan Trowulan. Waah beruntungnyaaa, selain mengetahui sejarah kota Jakarta, anak-anak juga bisa mengetahui sejarah Kerajaan Trowulan dari Mojokerto provinsi Jawa Timur. Sejak di perjalanan menuju museum Fatahillah, anak-anak didampingi oleh kaka-kaka dari komunitas Historia Indonesia yang dengan sabar menjelaskan sejarah kota Jakarta dibawah terik matahari hingga kedalam museum. Museum Fatahillah terkenal dengan meriam si "Jagur" yang berada dihalaman belakang museum. Meriam si Jagur ini konon pasangannya ada di provinsi Banten. Berdekatan dengan lokasi meriam, anak-anak mengunjungi sel bawah tanah. Kengerian menyergap saat anak-anak memasuki ruangan yang sempit, kecil, gelap dan pengap itu. Disana masih terdapat beberapa bola beton yang dulu digunakan untuk merantai kaki para tahanan, Innalillahi wainailaihi rodjiun...

Museum Wayang
antri nonton film animasi 3D
Selesai mengunjungi museum Fatahillah, kami berpindah menuju museum Wayang yang terletak berdekatan. Kunjungan pertama ke museum ini diisi dengan menonton film 3D silsilah wayang. Sayangnya kacamata 3D tidak dibagikan saat menonton, tetapi tetap tidak mengurangi keasikan menyimak sejarah silsilah wayang. Wah bertambah lagi pengetahuan anak-anak hari ini. Menyaksikan melalui film animasi bagaimana awal mula terjadi perang Bharatayudha antara Pandawa dan Kurawa. Diakhir kisah terdapat pesan moral bahwa kebenaran akan menang. Selesai menonton, anak-anak berkeliling museum dengan guide yang telah disediakan oleh museum Wayang.

Museum Bank Mandiri
Selesai mengelilingi museum Wayang, rombongan menuju museum Bank Mandiri untuk santap siang bersama dan menunaikan ibadah sholat dzhuhur. Meskipun berjalan-jalan, sholat gak boleh kita tinggalkan ya...tentunya Allah akan melipatgandakan nikmat apabila kita tetap menjalankan kewajiban saat bersenang-senang. Makan siang sambil dihibur oleh kaka-kaka tenaga pengajar sukarela museum Bank Mandiri benar-benar nikmat sekali. Beberapa film berdurasi pendek tentang menjaga kebersihan diputarkan. Selesai makan siang dan sholat, anak-anak bersiap mengelilingi museum Bank Mandiri. Let's go kids...! semangatnya menyala lagi setelah makan siang nih.

Di museum Bank Mandiri, kami mendapatkan pencerahan dari kaka-kaka dari komunitas Pejalan Kaskus yang mengisi acara pemutaran film cara daur ulang botol minuman plastik menjadi dompet koin yang dilanjutkan dengan perlombaan mempraktekan daur ulang botol bekas minum anak-anak. 
Terimakasih Indosat hadiah tas sekolahnya
Anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok Boy Band yang terdiri dari laki-laki semuanya, kelompok si Cantik yang terdiri dari remaja-remaja putri cantik dan kelimpok si Keren yang terdiri dari campuran putra dan putri. Setelah dinilai oleh dewan juri dari para donatur dan kaka-kaka volunteer, diputuskan kelompok si Cantik yang memenangkan perlombaan. Waaahh senangnya, semua pemenang mendapatkan hadiah dari panitia. Setelah itu berturut-turut diadakan kuis-kuis berhadiah yang direbutkan dengan semangat oleh anak-anak. Diakhir acara, dibagikan bingkisan hadiah dari Indosat berupa backpack. Seperti biasa, anak-anak yang menduduki ranking 1 sampai 3 besar mendapatkan hadiah spesial dari yayasan atas kerja keras mereka selama 1 tahun terakhir disekolah. Tahun ini mereka mendapatkan jam tangan baru. Selamat ya, semoga prestasinya tetap bertahan terus dan untuk adik-adik yang belum mendapatkan ranking jangan berkecil hati, masih ada tahun depan untuk mengejar ketertinggalan. Tepat pukul 16.30wib acara kami tutup dengan mengucapkan syukur alhamdulillah dan bergegas menuju stasiun kota menuju kota Bogor. Subhanallah....setelah perjalanan melelahkan selama satu hari dari pukul 8 pagi, hampir tidak ada anak-anak yang tertidur diperjalanan pulang menuju Bogor. Keceriaan masih berlanjut hingga di kereta. Sepertinya mereka sangat menikmati acara tour de museum. Alhamdulillah, keceriaan mereka menjadi pengobat lelah bagi kami para pengurus.

Terimakasih kaka-kaka yang sudah berkenan membantu pelaksanaan acara tour de museum ini. Semoga kit abisa bertemu dilain kesempatan. Ohya foto-foto lengkap acara tour de museum dapat dilihat di Fan Page Yayasan Panglayungan Bogor. Jangan lupa di Like ya Fan pagenya. https://www.facebook.com/YayasanPanglayunganBogor


Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Kamis, 27 Juni 2013

Muda, Belia, Berprestasi dan Berjiwa Sosial

Setelah sekian lama berjalan, akhirnya Yayasan Panglayungan Bogor mendapatkan generasi penerus kepengurusan. Mereka adalah anak-anak belia yang masih sangat muda secara usia namun memiliki rasa keperdulian yang tinggi terhadap sesama. Disaat remaja seusia mereka memilih mall sebagai tempat beraktifitas, mereka lebih memilih hadir di majlis ta’lim untuk mengikuti pengajian. Mereka yang telah menjadi anak asuh Yayasan Panglayungan Bogor sejak bertahun-tahun menyadari akan arti pentingnya pendidikan bagi hidupnya. Untuk itu mereka merasa bersyukur telah menjadi anak asuh Yayasan Panglayungan Bogor dan merasakan manfaat yang selama ini mereka dapatkan selam amenjadi anak asuh. Tidak hanya unsur pendidikan tetapi Yayasan juga memperhatikan kebutuhan mereka akan hiburan yang mendidik melalui berbagai program yang diadakan.

Yuk kita mengenal sosok mereka, anak-anak belia yang insya Allah akan menjadi orang besar nantinya.

Faisal Amir Maulana
Satu-satunya cikal bakal pengurus laki-laki. Si sulung dari 2 bersaudara yang akrab dipanggil Faisal ini langganan juara kelas. Biasanya setiap tahun si penggemar bakso dan teh gelas ini selalu mendapatkan hadiah juara kelas dari Yayasan. Tahun ini Faisal gagal meraih juara kelas, penyebabnya lembar LKS tidak mampu dibeli karena pendapatan ayahnya yang hanya penyemir sepatu tidak bisa memenuhi kebutuhan LKS sekolah yang bermacam-macam jumlahnya. Si penyuka warna hijau ini baru saja melewatkan hari jadinya yang ke 13 pada tanggal 19 Juni dengan sederhana tanpa perayaan apa-apa. Faisal yang sangat gemar bermain futsal ini alhamdulillah sangat rajin mengaji. Setiap minggu tidak pernah absen dari pengajian rutin Yayasan.

Difi Meidifa
Biasa disapa Memei. Sebagai anak tunggal, Memei bukannya manja tetapi justru sebaliknya. Memei yang lahir di Bogor tanggal 28 Mei 1998, tahun ini meraih juara 1 dikelasnya. Penyuka minuman Pop ice ini juga sangat rajin mengikuti pengajian rutin yang diadakan Yayasan setiap hari Minggu. Memei yang menggemari bakso dan sate ayam juga rajin membantu ibunya berjualan makanan kecil dirumahnya. Saat ini Memei yang suka sekali dengan warna biru duduk di bangku kelas XI SMK Al-Azhar plus Bogor. Sstt... Memei masuk lewat jalur prestasi lho..., jadi biaya masuk sekolah yang dikeluarkan jaaauuhhh lebih murah dibandingkan jalur pada umumnya.



Sastria 
Tia
Si hitam manis yang akrab dipanggil Tia memiliki banyak hobi, diantaranya membaca, menulis, musik dan mengaji. Anak kedua dari 4 bersaudara yang langganan juara kelas tahun ini lulus dari SMK, Alhamdulillah sudah mendapatkan pekerjaan sebagai staff accounting sebuah perusahaan travel. Tia yang lahir tanggal 28 November 1995 ini sangat menyukai martabak manis, nasi goreng, kue sus dan jus alpukat. Si penggemar warna hitam, putih, ungu dan merah ini memiliki cita-cita sebagai guru. Niatnya setelah bekerja, akan menabung untuk masuk sekolah pendidikan guru agama. Sebuah cita-cita yang sangat mulia. Disaat remaja lainnya bercita-cita menjadi pengusaha sukses, Tia memantapkan diri di jalur pendidikan agama.

Siti Nur Azizah
Azizah
Remaja berparas manis ini akrab dipanggil Azizah. Saat ini Azizah duduk di bangku SMK Bina Sejahtera 1. Si penggemar warna putih, kuning, hijau muda, biru dan hitam ini sangat rajin menghadiri pengajian rutin Yayasan setiap minggu. Azizah yang senang makan nasi goreng, bakso dan mie ayam memantapkan dirinya untuk menjadi pengurus junior Yayasan Panglayungan Bogor. Bersama-sama dengan ketiga rekan lainnya bahu membahu mengasuh adik-adik yang masih kecil. Memberi motivasi untuk selalu semangat belajar di sekolah dan mengaji. Azizah yang lahir di Bogor tanggal 23 April 1996 ini memiliki hobi membaca dan mengaji.


Itulah keempat profil anak muda penuh prestasi yang bersedia mendedikasikan waktu remajanya untuk hal yang sangat positif dan bermanfaat. Bahwa remaja tidak perlu diisi dengan hura-hura, melainkan diisi dengan karya nyata yang penuh prestasi dan bermanfaat. Mereka teladan yang patut dicontoh oleh remaja-remaja belia lainnya.

Kami pengurus senior merasa bangga dan terharu dengan ketulusan mereka berempat. Insya Allah pahala berlipat ganda sudah menanti kalian sebagai tiket menuju Surga. Amiin ya rabbal alamin.

Minggu, 08 Januari 2012

Hafalan Shalat Delisa



poster film Hafalan Shalat Delisa
26 Desember 2004, Delisa bersama Ummi sedang bersiap menuju ujian praktek shalat ketika tiba-tiba terjadi gempa. Gempa yang cukup membuat ibu dan kakak-kakak Delisa ketakutan. Tiba-tiba tsunami menghantam, menggulung desa kecil mereka, menggulung sekolah mereka, dan menggulung tubuh kecil Delisa serta ratusan ribu lainnya di Aceh serta berbagai pelosok pantai di Asia Tenggara. Delisa berhasil diselamatkan Prajurit Smith, setelah berhari-hari pingsan di cadas bukit. Sayangnya luka parah membuat kaki kanan Delisa harus diamputasi. Penderitaan Delisa menarik iba banyak orang. Prajurit Smith sempat ingin mengadopsi Delisa bila dia sebatang kara, tapi Abi Usman berhasil menemukan Delisa. Delisa bahagia berkumpul lagi dengan ayahnya, walaupun sedih mendengar kabar ketiga kakaknya telah pergi ke surga, dan Ummi belum ketahuan ada di mana. Delisa bangkit, di tengah rasa sedih akibat kehilangan, di tengah rasa putus asa yang mendera Abi Usman dan juga orang-orang Aceh lainnya, Delisa telah menjadi malaikat kecil yang membagikan tawa di setiap kehadirannya. Walaupun terasa berat, Delisa telah mengajarkan bagaimana kesedihan bisa menjadi kekuatan untuk tetap bertahan. Walau air mata rasanya tak ingin berhenti mengalir, tapi Delisa mencoba memahami apa itu ikhlas, mengerjakan sesuatu tanpa mengharap balasan. "Delisa cinta Ummi karena Allah".

Cerita diatas adalah sinopsis dari Film Nasional Hafalan Shalat Delisa yang Sabtu 7 Januari 2012 ditonton bersama oleh anak-anak asuh Yayasan Panglayungan Bogor. Sebanyak 54 orang anak asuh dan pendamping dari Yayasan Panglayungan Bogor menyaksikan pertunjukan film Hafalan Shalat Delisa di Galaxy Theater, Bogor. Acara ini merupakan kegiatan rutin dari Yayasan dalam rangka mengisi liburan sebelum masuk sekolah dengan hiburan edukatif.

foto bareng Kang Farhan
Pukul 13.00wib seluruh anak-anak beserta pendamping sudah tiba di Galaxy Theater, Bogor. Oya, hari itu ada tamu istimewa yang sengaja datang dari Jakarta untuk menjumpai anak-anak. Muhammad Farhan atau yang biasa disapa Kang Farhan hari itu menyempatkan diri untuk hadir ditengah-tengah anak-anak meskipun beliau sendiri sedang kurang sehat. Luar biasa ya... ditengah kesibukan sebagai presenter, penyiar radio dan kegiatan lainnya beliau masih mau menyempatkan diri untuk hadir dan ikut sibuk membantu membagikan makanan kecil untuk anak-anak. Sikap rendah hati dan keperdulian sosial yang patut untuk kita teladani dari seorang public figure yang mau berbuat meski tanpa publikasi media. Terimakasih Kang Farhan, semoga lekas pulih kesehatannya. Pemutaran film berakhir pukul 15.30wib dan sebelum pulang anak-anak mendapatkan paket bingkisan makan Hoka-hoka Bento yang sudah disiapkan oleh panitia. Semua anak terlihat senang dan sesekali terdengar mereka membahas film yang baru saja mereka tonton. Sepertinya mereka terkesan dengan film tersebut.


foto bareng bunda Arini dan ayah Asep
Alhamdulillah, kali ini Yayasan Panglayungan Bogor dibantu oleh tiga orang sukarelawan baru yang luar biasa berjasa dalam acara ini dari awal hingga akhir. Terimakasih Bunda Arini Suryokusumo yang telah mempersiapkan acara dari awal sampai akhir mulai dari mencarikan donatur, menyiapkan makanan kecil, mengatur paket makan dan tiket menonton. Terimakasih juga untuk Ayah Asep Faizal dan Ayah Deddy Alamsyah yang sudah ikut sibuk mengatur transportasi untuk anak-anak dari awal keberangkatan hingga pulang.

Apa yang telah dilakukan mungkin tidak berarti apa-apa bagi mereka yang sudah berkecukupan. Namun bagi anak-anak ini, apa yang telah dilakukan oleh Bunda Arini, Ayah Asep dan Ayah Deddy sangat besar artinya buat mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa mereka tidak sendirian. Masih banyak orang-orang yang mencintai dan menyayangi mereka. Pergi nonton ke bioskop bukan suatu hal yang mudah bagi mereka.

Terimakasih yang tak terhingga untuk para donatur yang sudah membantu terselenggaranya acara ini. Terimakasih kepada Ibu Sutjiningsih Dioso Nirman, Ibu Fitri Nurfatriani, Bapak Mohammad Fredly Nasution, Bunda Marjorie Budiman, Bunda Arini Suryokusumo, dan Ayah Asep Faizal atas segala bantuannya. Insya Allah amal yang sudah ditanam mendapatkan pahala yang berlipat ganda seperti janji Allah kepada manusia yang menyedekahkan hartanya untuk anak-anak Yatim Piatu dalam surah Al-Baqarah. “Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak dan kaum kerabat serta anak-anak yatim dan orang-orang miskin.” (QS Al Baqarah,2:83), “Dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin.” (Al Baqarah,2:177). Orang yang rajin bersedekah, dekat dengan Surga. Subhanallah alangkah indahnya bersedekah ya....




Jumat, 18 November 2011

Akhirnya Aku Bisa Sekolah Lagi

Syahrul Ramdani
Nama saya Syahrul Ramdani biasa dipanggil Dani, anak bungsu dari tujuh bersaudara. Saya mengenal Yayasan Panglayungan Bogor, melalui salah seorang kerabat yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan saya. Saat lulus dari Sekolah Menengah Pertama, saya sangat ingin bisa melanjutkan sekolah ke Sekolah Menengah Atas namun terhambat oleh faktor biaya. Saya sadari dengan prestasi akademis yang dimiliki saat itu sulit rasanya untuk bisa mendapatkan beasiswa bersaing dengan teman-teman yang memiliki prestasi akademis bagus. Namun saya percaya dengan doa dan kesungguhan serta usaha maka Allah akan membuka jalan bagi hambanya.

Alhamdulillah jalan itu terbuka melalui Yayasan Panglayungan Bogor yang ditemukan secara tidak sengaja oleh kerabat saya Bi Lina melalui internet. Setelah berkomunikasi beberapa kali, kami bertemu untuk saling mengenal. Puji syukur ke hadirat Allah SWT pihak Yayasan Panglayungan Bogor berkenan menerima saya sebagai anak asuh binaan Yayasan. Padahal secara ketentuan usia, seharusnya saya tidak masuk kriteria Yayasan. Sekali lagi pertolongan Allah SWT yang menggerakkan hati pengurus Yayasan untuk berkenan menerima saya.

Berkat bantuan Yayasan Panglayungan Bogor dan Donaturnya Ibu Hj. Atty Sudharman dan Ibu Roymi Apriani, saya dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tingkat Atas. Saat ini saya menginjak kelas sepuluh Jurusan Otomotif di SMK Bhakti Taruna 1 di Bogor. Insyaallah cita-cita saya dapat diwujudkan melalui jurusan yang saya ambil yaitu bidang Otomotif khususnya desain mesin dan kendaraan. Oya, saya juga memiliki hobi melukis. Semoga hobi saya ini nantinya dapat mendukung cita-cita saya.

Saya sangat senang menjadi anak asuh binaan Yayasan Panglayungan Bogor. Selain kesempatan sekolah yang saya dapatkan, saya juga berkesempatan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Yayasan Panglayungan Bogor seperti bulan Juli lalu berekreasi ke Taman Impian Jaya Ancol. Itu pengalaman saya yang pertama kali berkunjung ke Taman Impian Jaya Ancol berkunjung ke beberapa wahana yang ada disana. Kesempatan yang jarang sekali saya dapatkan.

Syukur alhamdulillah terima kasih saya ucapkan kepada Allah SWT, Orangtua asuh saya Ibu Hj. Atty Sudharman, Ibu Roymi Apriani dan Yayasan Panglayungan Bogor yang sudah membuka kesempatan bagi saya untuk dapat melanjutkan sekolah meskipun prestasi akademis yang saya miliki hanya rata-rata saja tetapi saya memiliki semangat yang tinggi untuk melanjutkan sekolah dan Pihak Yayasan sangat memperhatikan itu. Harapan dan doa saya semoga Yayasan Panglayungan Bogor bisa terus sukses dan maju membantu anak-anak yang butuh perhatian dan dorongan untuk melanjutkan pendidikannya.

Kedua orangtua saat ini merasa bahagia karena saya dapat melanjutkan sekolah meskipun mereka tidak dapat membantu dalam hal biaya. Saya berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan Allah SWT melalui Yayasan Panglayungan Bogor dan tidak akan mengecewakan kedua orangtua. Saya akan belajar dengan rajin dan giat agar Insya Allah dapat menjadi orang yang berguna, terampil dan mandiri.

Senin, 01 Agustus 2011

Perayaan Hari Anak Nasional - 28 Juli 2011

Tarian pembuka acara
Anak-anak adalah calon pemimpin bangsa dimasa mendatang. Seorang anak memiliki jiwa yang putih dan bersih, orangtua adalah guru pertama dalam hidup mereka yang mencoretkan tinta pada jiwa putih mereka. Bagi mereka yang masih memiliki orangtua lengkap amatlah beruntung, namun bagi mereka yang tidak lagi memiliki orangtua lengkap mungkin tidak seberuntung mereka, tapi masih ada orangtua-orangtua lain yang perduli terhadap keberadaan mereka. Tanggal 28 Juli 2011 lalu, lebih dari 39 Panti Asuhan dan Rumah Asuh  berkumpul bersama di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah untuk merayakan Hari Anak Nasional yang dirayakan bersama-sama Sudin Sosial Jakarta Timur. Acara ini dimaksudkan agar orangtua perduli terhadap anak-anak. Bahwa anak memiliki hak untuk  dicintai, dilindungi dan diperhatikan. Mulai dari Sandang, Pangan dan Papan. Dengan diperingati setiap tahunnya, harapannya adalah orangtua akan perduli terus menerus terhadap perkembangan anak-anaknya. Diharapkan juga seluruh komponen masyarakat juga perduli terhadap anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan ataupun Rumah Singgah.

lomba mewarnai
Acara ini dibuka oleh bapak Walikota Jakarta Timur dan dimeriahkan oleh berbagai aksi pentas yang dipersembahkan oleh berbagai anak dari Panti Asuhan se-Jakarta Timur. Selain bergembira dengan lomba-lomba dan hiburan panggung, anak-anak juga diberikan kesempatan untuk berdialog dengan Bp. Walikota Jakarta Timur yang dengan sabar melayani pertanyaan mereka. Wah, kesempatan yang langka sekali ya... mengingat kesibukan sebagai Walikota Jakarta Timur, namun beliau masih menyempatkan diri untuk hadir dan melayani pertanyaan dari anak-anak. Luar biasa dedikasi beliau....

selamat! adik Sefti mendapat juara
Alhamdulillah, diantara beberapa lomba yang digelar, anak-anak dari Panti Asuhan Panglayungan Jakarta dan anak asuh dari Yayasan Panglayungan Bogor menorehkan prestasinya dengan memenangkan beberapa perlombaan. Ada Sefti dari Yayasan Bogor yang masuk 10 besar untuk kategori lomba mewarnai usia anak se-Jakarta Timur, Mutiara dan Rifki dari Panti Asuhan Panglayungan Jakarta yang memenangkan lomba lainnya. Sayangnya event Hari Anak Nasional tersebut kurang tergarap dengan baik. Beberapa anak yang sudah siap untuk mengikuti perlombaan, terpaksa tidak diikutsertakan karena panitia tidak siap membuat lombanya. Tapi gak apa-apa, mungkin tahun depan bisa lebih baik lagi mengorganisir kegiatan ini.

Selamat buat anak-anak yang telah memenangkan perlombaan, kalian telah mengharumkan nama Yayasan dalam kompetisi se-Jakarta Timur. Kompetisi ini gak mudah lho...karena diikuti oleh ratusan anak dari berbagai Panti Asuhan dan Rumah Singgah se-Jakarta Timur.

foto bersama seusai acara


                         

Senin, 18 Juli 2011

Gelanggang Samudera, Ancol




waahh busnya ada tv disetiap baris kursinya!
Setelah beberapa kali mengalami perubahan tanggal, akhirnya impian anak-anak untuk merasakan wahana-wahana yang ada di Taman Impian Jaya Ancol terlaksana juga. Tepat pukul 07.30wib bus-bus dari Satuan II Pelopor Kedung Halang Bogor membawa anak-anak yatim Piatu beserta Manula menuju Jakarta. Kegembiraan anak-anak dan ibu-ibu manula sudah terasa sejak didalam bus. Apalagi bus yang digunakan adalah bus baru dan setiap deret kursi dilengkapi oleh televisi dibagian atasnya. Waah pokoknya nyaman banget deh. Selama perjalanan anak-anak dapat menikmati tayangan film dan ibu-ibu manula mendengarkan musik sambil menikmati snack pagi hari yang telah disiapkan. Perjalanan selama satu jam setengah menjadi tidak terasa dan lebih menyenangkan. Sebagai wujud terimakasih kami kepada bapak-bapak Polisi yang telah berbaik hati meminjamkan armadanya, kami menjaga kebersihan bus dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Berbaris rapi menuju gelanggang samudera
Pukul 09.30wib kami tiba di Taman Impian Jaya Ancol. Rombongan menuju Gelanggang Samudera. Pentas Lumba-lumba dan Singa Laut menjadi tontonan pertama yang disaksikan oleh anak-anak dan manula. Senang rasanya melihat wajah-wajah mereka penuh antusias dan rasa gembira terpancar diwajah-wajah mereka. Selesai pertunjukan Lumba-lumba, rombongan menuju Cinema 4D untuk melihat film Turtle Vision. Waah..... seru sekali, menonton pertunjukan 4 Dimensi dengan menggunakan kacamata 4D. Film yang ditonton seolah-olah nyata dihadapan kita. Anak-anak dan Ibu-ibu manula belum pernah menonton film 4 dimensi sebelumnya. Ini pengalaman baru untuk mereka. Selesai dari Theater 4D, kami menonton pertunjukkan Pentas Aneka Satwa dimana burung dari Amerika Serikat yang sepintas mirip Kakak Tua melakukan beberapa atraksi, beruang madu juga ikut mempertontonkan kemahirannya mengendarai sepeda roda tiga dan berjalan diatas drum. Setelah itu muncul 2 ekor berang-berang yang membuat para penonton tertawa terpingkal-pingkal karena tingkah polahnya yang lucu, melakukan atraksi mendorong gerobak bakso hingga tercebur ke kolam. Terakhir muncul kuda nil yang besaaarr sekali, melakukan atraksi membuka mulutnya yang luar biasa lebar. Tidak hanya anak-anak tetapi para manula pun merasa gembira dan terhibur oleh tingkah polah aneka satwa tersebut. 

Donatur kami dari Singapura, Bunda Sanny
Tepat pukul 12.45 rombongan beristirahat untuk santap siang yang telah disediakan oleh Pengurus Yayasan. Acara makan siang juga diselingi dengan pembagian bingkisan sembako kepada Ibu-ibu Manula yang disumbang oleh Ibu Eggie dari Organisasi Gen-A Distrik Bogor dan santunan uang tunai untuk Ibu-ibu Manula yang diberikan oleh donatur kami, Bunda Sanny. Oh iya, Bunda Sanny ini adalah salah satu donatur  yang sangat perhatian sekali dengan anak-anak dan para manula asuhan Yayasan Panglayungan Bogor. Bunda yang cantik ini khusus datang jauh-jauh dari Singapura untuk berbagi kegembiraan bersama anak-anak dan ibu-ibu manula. Acara ini merupakan ide dari Bunda Sanny yang ingin memberikan kebahagiaan untuk Anak-anak dan Ibu-ibu Manula yang selama ini belum pernah merasakan rekreasi ke Taman Impian Jaya Ancol. Wah...sekarang anak-anak sudah bisa bercerita tentang Taman Impian Jaya Ancol deh, tidak hanya melihat gambarnya saja melalui televisi. Terimakasih ya Bunda...semoga amal ibadahnya diberikan ganti yang berlipat-lipat jumlahnya. Amin ya Rabbal Alamin...

waah senangnya, yang juara kelas mendapat hadiah
Dalam acara ini, anak-anak asuhan yang berprestasi juga mendapatkan hadiah spesial dari Yayasan panglayungan. Alhamdulillah tahun ini ada 7 anak yang memiliki prestasi ranking 1 hingga ranking 5. Tahun ini masing-masing anak yang memiliki posisi ranking 5 besar dikelasnya  mendapatkan hadiah tas dan sepatu baru untuk sekolah di tahun ajaran baru 2011/2012. Pemberian rewards bagi anak-anak yang memiliki ranking 5 besar diharapkan dapat memotivasi teman-temannya agar ikut pula berprestasi. Bagi yang sudah ranking 1 semoga bisa mempertahankan prestasinya dan bagi yang belum ranking 1 agar ditingkatkan lagi semangat belajarnya ya nak. Pemberian rewards tidak hanya berdasarkan prestasi akademis saja tetapi juga memberikan penghargaan bagi anak-anak yang berprestasi dibidang non akademis. Misalnya saja dalam bidang seni ataupun olahraga. Karena prestasi merupakan wujud nyata kerja keras seorang anak yang patut untuk kita hargai.


Tim Marawis menghibur peserta
Seperti biasa tim Marawis dari Yayasan Panglayungan Jakarta mengunjukkan kemahirannya yang kali ini khusus dipersembahkan untuk Bunda Sanny. Ibu Ketua Yayasan Panglayungan dalam kesempatan ini juga memberikan bingkisan khusus untuk Bunda Sanny sebagai wujud kasih sayang dan terimakasih dari anak-anak Yayasan Panglayungan. Selesai makan siang, menyaksikan pertunjukkan dari tim Marawis, membagikan bingkisan sembako untuk Ibu-ibu Manula dan hadiah bagi anak-anak yang berprestasi acara makan siang ditutup dengan makan es krim bersama. Waahh...sedapnyaaaa makan es krim ditengah terik matahari, terasa nikmat sekali.
Acara dilanjutkan kembali pukul 13.15wib untuk menyaksikan Pentas Scorpion Pirates Water Stuntman. Anak-anak kelihatan terkesima menyaksikan kemahiran para stuntman memainkan jetski menyelam hingga melintas dengan kecepatan tinggi. Adegan juga dibumbui dengan tembak menembak yang seperti sungguhan. Beberapa penonton yang duduk di kursi 3 baris terdepan terkena cipratan air dari jetski yang melaju cepat, seruuuu banget!. Selepas dari Pentas Scorpion beberapa anak ada yang memasuki Theater 4D untuk menonton Dora Adventures dan sebagian anak lainnya mencoba permainan Ubur-ubur, yaitu sejenis permainan yang berbentuk seperti ubur-ubur dan membawa penumpang naik berputar-putar sampai keatas. Banyak sekali permainan dan pertunjukkan yang menjadi pengalaman dan kenangan manis untuk Anak-anak dan Ibu-ibu Manula. Satu lagi pengalaman menarik dan berkesan yang mereka dapatkan hanya di Taman Impian Jaya Ancol. Disetiap wahana yang dikunjungi mereka selalu terlihat gembira dan ceria, rasa lelah terkalahkan oleh pengalaman baru yang mereka dapatkan hari itu.


menonton pertunjukan pirates
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.00wib, dan ibu-ibu manula sudah terlihat lelah. Sebenarnya anak-anak masih ingin terus bermain, tetapi karena perjalanan Jakarta menuju Bogor masih jauh kami putuskan untuk segera bersiap-siap pulang. Dari 7 wahana yang ada di Gelanggang Samudera Ancol hanya Cinema 4D The Return of Pirates yang tidak sempat kami kunjungi karena keterbatasan waktu. Mungkin di lain kesempatan kami bisa berkunjung kembali.

Terimakasih Bunda Sanny yang sudah jauh-jauh datang dari Singapura untuk berbagi kasih dengan kami. Terimakasih juga untuk Kompol Tedjo dan Kompol James yang telah menjembatani kami dengan Sat II Pelopor Kedung Halang Bogor meminjamkan armada bagusnya untuk mengantarkan hingga ke Ancol. Kepada Bapak Bowo dari Management Cordova (Taman Impian Jaya Ancol) yang membantu memfasilitasi komunikasi dengan Management Ancol untuk tiket gratisnya. Ibu Eggie dan Organisasi Gen-A yang telah memberikan bantuan bingkisan bagi para Ibu-ibu Manula asuhan kami. Tak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada donatur-donatur kami yang dimuliakan Allah SWT: Ibu Arini Suryokusumo beserta keluarga, Ibu Budi Adi Widyastuti beserta keluarga, Bapak Adjie beserta keluarga, Ibu Dwi Sulistyowati yang beberapa kali membantu mendokumentasikan kegiatan kami, Bapak Dhika dan Bapak Armaidy yang juga membantu mendokumentasikan kegiatan kami selama di Ancol.

Teriring doa dari segenap Yayasan Panglayungan Bogor agar para Donatur yang dimuliakan oleh Allah SWT senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang yang bermanfaat, rejeki yang berlimpah, berkah dan rahmat-Nya selalu tercurah, Amien ya Rabbal Alamin. Semoga amal ibadah yang telah tanamkan akan berbuah pahala yang berlipat-lipat ganda dan semoga dilain waktu terus ingin berbagi kasih sayang dengan kami.